Infirmasi anti kekerasan
Pagi itu di SDN 3 Tanjung Kamal, suasana sekolah terasa lebih hidup dari biasanya. Cahaya matahari yang hangat menyelinap di antara celah pohon kersen, menyinari area koridor utama tempat sebuah papan pengumuman kayu berdiri tegak.
Di papan itu, tertempel sebuah poster baru dengan warna-warna yang mencolok—perpaduan biru cerah dan kuning—yang langsung menarik perhatian siapa pun yang lewat.
Kerumunan Kecil di Depan Papan
Beberapa siswa kelas 5, dipimpin oleh Budi dan Siti, tampak berkumpul di depan papan tersebut. Tas mereka masih tersampir di bahu, menandakan bel masuk belum lama berbunyi.
"Eh, lihat deh! Posternya bagus sekali," seru Siti sambil menunjuk ke arah ilustrasi dua tangan yang saling menggenggam di tengah poster.
Di bagian atas poster tersebut, tertulis huruf kapital yang tegas: "STOP KEKERASAN DI SEKOLAH: TEMAN ADALAH KELUARGA".
Memahami Pesan
Satu per satu, anak-anak mulai membaca poin-poin yang tertera. Narasi dalam poster itu menjelaskan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh tentang apa saja yang termasuk dalam kekerasan:
-
Kekerasan Fisik: Tidak boleh memukul atau mendorong.
-
Kekerasan Verbal: Menghentikan ejekan atau panggilan nama yang menyakitkan.
-
Kekerasan Mental: Mengajak semua teman bermain tanpa pilih kasih (anti-pengucilan).
"Berarti kalau kita mengolok-olok nama orang tua itu juga termasuk kekerasan ya, Bud?" tanya seorang siswa bertubuh kecil dengan nada polos.
Budi mengangguk mantap. "Iya, di sini tertulis 'Kata-katamu adalah cermin hatimu'. Jadi kita harus bicara yang baik-baik saja."
Komitmen Bersama
Kepala Sekolah yang kebetulan melintas tersenyum melihat diskusi kecil tersebut. Beliau menghampiri para siswa dan berpesan bahwa poster itu bukan sekadar hiasan, melainkan janji warga SDN 3 Tanjung Kamal untuk saling menjaga.
Sebelum bel masuk berbunyi, anak-anak itu membubarkan diri dengan semangat baru. Ada rasa aman yang menjalar; sebuah pemahaman bahwa di sekolah ini, setiap anak berhak merasa nyaman tanpa rasa takut. Mereka berjalan menuju kelas masing-masing, siap memulai hari dengan senyum yang lebih tulus kepada satu sama lain.